Prof Bambang Hero Saharjo Dapat Penghargaan Pengendalian Karhutla dari Menkopolhukam

Prof Bambang Hero Saharjo Dapat Penghargaan Pengendalian Karhutla dari Menkopolhukam

 

Prof Bambang Hero Saharjo, Guru Besar IPB University mendapat piagam penghargaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2020. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia No. 40 tahun 2021 tanggal 5 April 2021 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020. Salah satu yang menjadi dasar pula dalam pemberian penghargaan tersebut adalah Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: S.100/MENLHK/PPI/PPI.4/2/2021 tanggal 21 Februari 2021 tentang Pemberian Penghargaan kepada Tim Satgas Karhutla di Tingkat Pusat dan Daerah.

“Saya terkejut ketika mendapat penghargaan tersebut, selain karena saya bekerja tidak untuk mengharapkan penghargaan, juga karena apa yang saya lakukan itu sesungguhnya bukan sesuatu yang istimewa, dan mungkin banyak kolega lain dapat melakukannya bahkan mungkin lebih baik,” ujar Prof Bambang Hero, pakar Lingkungan dan Kebakaran Hutan IPB University.

Ia pun merasa bersyukur dan menjadikannya sebagai pelecut untuk bisa bekerja lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Prof Bambang Hero menjelaskan, pemberian penghargaan berdasarkan evaluasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2020. Pada tahun 2020, diketahui bahwa luas lahan terbakar mengalami penurunan luas yang signifikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 82 persen. Penurunan salah satunya disebabkan oleh adanya peningkatan sinergitas bersama antar kementerian maupun lembaga baik di pusat dan daerah.

“Saya bekerja tidak mengharapkan penghargaan dan sudah saya lakukan sejak puluhan tahun. Adapun yang menilai apakah saya berhak untuk mendapatkan penghargaan itu adalah bukan atas permintaan saya tetapi dilakukan oleh pihak yang berkompeten,” ujar Prof Bambang Hero, Guru Besar IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan.

Dirinya menyebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang melihat dan mengevaluasi kegiatan pengendalian kebakaran yang ia lakukan. “Saya sendiri tidak merasa dinilai ketika melakukan kegiatan tersebut mulai dari pendidikan, penelitian, pelatihan, kegiatan investigasi terkait penegakan hukum hukum, dan lain sebagainya, yang saya biasa lakukan dari tahun ke tahun,” tambah Prof Bambang Hero.

Berdasarkan SK Menkopolhukam No. 4 tahun 2021, ia mengaku bahwa pemberian penghargaan tersebut dilakukan atas koordinasi, kontribusi aktif dan aksi reponsif dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2020.

Sebagai akademisi, dosen IPB University itu mengatakan, ada banyak hal yang bisa dilakukan meskipun dari hal yang kecil. Dirinya pun berkomitmen akan tetap melanjutkan kegiatan yang sudah ia kerjakan sejak puluhan tahun lalu. Baik dalam kegiatan riset di dalam maupun luar negeri termasuk mempublikasikannya.

“Saya merasa tidak sedikit teman-teman yang membutuhkan data hasil penelitian yang clear untuk dijadikan sebagai referensi seperti penelitian yang kami lakukan dengan bantuan dana dari NASA yang sudah berjalan sekitar 9 tahun,” ujar Prof Bambang.

Ia bersama timnya juga saat ini sedang mengembangkan Regional Fire Management Resource Center Southeast Asia. Pengembangan tersebut di-support oleh Global Fire Monitoring Center dengan bantuan dana dari Pemerintah Jerman serta didukung oleh Max Plank Institute of Chemistry University of Freiburg.

“Kerjasama dengan pihak terkait dengan bidang kehutanan seperti KLHK juga terus dilanjutkan, dan program-program lainnya yang berkaitan,” tegas Prof Bambang.

Dosen IPB University itu berpesan, “Kita semua dapat membantu menyelamatkan hutan yang tersisa sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, lakukanlah dengan baik meskipun itu tampaknya seperti tidak ada artinya.” (RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *